Langsung ke konten utama

LO Amatiran di Debate Competition

Hai pengunjung...
krik..krik..

Akhirnya bisa kembali ngeblog lagi. Setelah vakum lebih dari 2 minggu persiapan sekaligus UKK. Dan yang menyakitkan lagi ketika lihat daftar statistik pengunjungnya semakin menurun. Hiks... tapi nggak papa suetelh ini pasti banyak lagi. 

Jadi hari jumat tanggal 20 lalu ada debate competition di kabupaten. Acara itu buat memperingati 100 hari bupati Trenggalek ( Pak Emil ) menjabat sebagai bupati. Nah, kan banyak kegiatan yang diadakan ada pesta rakyat, pensi, letto band, lampion, marcing band, dan entah apalah apalah itu lainnya. Parahh kegiatannya pas SMA lagi UKK. Kok jadi ngomongin itu ya, kan mau nyeritain pengalaman jadi LO ( Liaison officer ). Malah nggak cocok sama judulnya. 

Oke lets start right now !

Saya ini kan tergabung sebagai speech candidate di sekolah saya, sebenarnya sih disuruh pindah haluan ke debate tapi nanggung udah sampai sini mau belajar debate takut udah telat. Lagian debate juga susah sih ! 

Ada 25 sekolah yang ikut dalam lomba tersebut, pastinya kurang 1 tim kan, jadi SMA 1 Trenggalek menambahkan 1 tim lagi sebagai swing team. Mereka tidak termasuk ke dalam SMA N 1 Trenggalek team. Dan parahnya mereka bertiga adalah anak - anak story teller, jadi mereka harus ikut untuk tambahan saja biar pas 26 peserta jadi pas ada lawannya semua. Mereka lomba untuk kalah, jadi meskipun mereka menang tapi harus kalah. Yaaa pokoknya gitu lah harus kalah. Kasiannn...

Kamisnya, tiba - tiba ada bbm dari teman saya kalau putri dan anggota english club lainya besok menemui bu dyah di perpus untuk briefing LO di debate competition besok. Haduh, lagi pusing belajar dapat bbm kayak gitu rasanya pengen marah gimana gitu, soalnya...

~ flash back ~
Dulu waktu lomba BET 2016 di malang, kebetulan saya dapat LO laki - laki yang nggak pedulian banget. Ditinggal terus, padahal perwakilan speech cuma saya yang dari sekolah saya. Udah deh bingung dan agak males gitu ketemu orangnya. Padahal 2 tim debate sama 3 anak story telling dapet LO cewe yang perhatian banget. Diajak ngobrol sampe nyambung ke- mana - mana, ngecengin kakak senior segala.

Besoknya, semua udah kumpul di perpustakaan. Ternyata anak e-clubnya dipilihin nggak semua kut dan cuma ada 15 anak di sana. Padahal akan ada 13 ruangan, di setiap ruang ada 2 tim, di sana LO harus jadi time keeper, guide, chairperson juga. Padahal kita semua ini AMATIRRR nggak tau menahu soal debate parahnya lagi tempatnya di SMA tetangga. Komplit deh tinggal tambah kuah

Hari Jumat 
Pagi jam setengah tujuh LO udah pada ngumpul. Kita semua bingung panitia mana, anak - anak mana, pembina mana, ruangan di mana. Mau survei tapi takut nyasar, cuman diem takut nanti dimarahin karena belum survei lokasi. Akhirnya jadilah kita 18 orang ngumpul di aula buat NGERUMPI.

Waktu di aula, kita udah pasang tempat di tengah, ternyata suruh pindah. Oke kita kebelakang. Ada yang datang lagi, oke kita sebagai LO akan mengalah kita ambil kursi plastik terus duduk di dekat tembok belakang. Sungguh ironis pemirsa.Saya kebagian jaga ruang 2. Pas udah set timer 30 menit, pas mau nulis di papan tulis, Srett buka slorokan, spidol nggak ada. Srett buka satunya, nggak ada juga. Akhirnya lari ke ruang 8 ehhhh keblabasan gang, balik lagi minta spidol. Tes tes tintanya kena kerudung " ah bodo amat" langsung lari ke ruang 2.

Pas opening, kesalahan saya adalah kenapa apa yang mau saya omongin nggak saya tulis, sok sokan udah lancar, badahal jadinya alamakk belepotan. Malu sendiri dah.. oke babak kedua ada inisiatif nulis, akhirnya lancar jaya. Babak ke - tiga mulai capek. Babak ke empat capek banget. Karena nggak tahu debate sebelumnya, dikiran babak ke 4 itu udah selesai ternyata itu masih preliminary round. GUBRAK

Akhirnya dengan wajah memelas, alasan besok sabtu susulan UKK, sudah sore, LO juga manusia, dan sebagainya para LO sudah diperbolehkan pulang jam setengah 6 sore. Padahal setelah mangrib ada semi-final round. Bodo amat kan cuma butuh 4 kelas, 

Yang mengejutkan, setelah diselidiki, sebenarnya swing team masuk 8 besar. Tapi karena mereka swing team mereka nggak masuk dan mundur jadi nomor 9. Tau nggak apa yang mereka omongin pas round ke 1 ? tema pertama adalah home schooling is better than normal school ( tema yang sama ketika saya masuk SMANESA lewat english competition ) Calvin ngomongin tentang dora the explorer, novi jadi orang centil yang memakasa orang untuk berimajinasi, nadia pakai kacamata bulat sambil jadi orang gelagapan. Oke mereka kalah, tapi 2 sesi setelahnya mereka benar - benar debate dan menang. Yang sesi ke 4 mereka kalah karena lawan mereka bagus banget.

Hari itu memang capek banget. Tapi di balik pengalaman yang capek banget itu ada sesuatu yang bisa diambil pastinya. Akhirnya saya tahu bagaimana debate yang baik itu, bagaimana rule debate itu, bagaimana menjadi ketua dalam sebuah ruangan yang memang harus kita yang meng handle kegiatan tersebut, dan juga yang terpenting adalah, akhrnya saya punya rasa penasaran dan kemauan untuk belajar debate. Tunggu saya bilang yes Mr Kevin. Tunggu saya menerima tawaran anda untuk pindah haluan. huahahaha ( ketawa gaje )

Oke daripada ceritanya ngelantur ke mana - mana mending sudah sampai sini aja.
Byee...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...