Langsung ke konten utama

Reach Your Happy Ending Story !

Kalian percaya nggak sih sama takdir yang terbalik ? Sebenarnya bukan takdirnya yang ke balik tapi cara kita menjemput takdir itu yang terbalik. Masih bingung ? Kalau masih bingung mungkin kalian bisa membaca cerita saya. Eitss jangan di close dulu nih blog... cerita ini bukan cerpen fiksi tapi kisah nyata saya yang saya kira patut untu saya share kepada para pembaca semua. 

Jadi, seperti yang kalian ketahui dari postingan saya sebelumnya, saya suka menulis entah itu fiksi atau non fiksi. Mulai dari SD kelas satu saya sudah terbiasa menulis cerita hingga alhamdulilah karya saya nampang di buku kumpulan cerpen dari tiga penerbit indie (Penerbit Bintang pelangi, Mazaya Publishing House, Infinite Publisher). Masih idie nggak apa lah ya..nanti pelan - pelan jalan ke penerbit mayor. Nah... saya kan juga suka bahasa inggris yang juga sudah saya pelajari sejak kelas satu SD pula. Itu yang bikin saya bingung sebenarnya apa yang saya kuasai ? 

Kalian pasti pernah bingung dalam menentukan pilihan kalian, apalagi kalian yang sebentar lagi mau lulus SMA dan harus menentukan mau kemana kalian selanjutnya. Hal itu tentu menjadi hal yang sulit ketika kalian terpaksa harus menekuni salah satu agar bisa fokus kepada tujuan. 

Akhir - akhir ini, kemampuan bahasa inggris saya mulai terasah. Padahal masih banyak anak di SMA saya yang kemampuannya lebih baik dari pada saya. Rencana akan ada dua kompetisi debate di agustus mendatang. Dan kalian tau ? saya masih baru dan yaaahhh saya harus melakukannya. Seperti pengalaman ketika saya speech ( ada di postingan sebelumnya ) dan saya sebelumnya ragu sampai mau nyerah tapi ternyata, bisa semi final dalam skala nasional sudah alhamdulillah. Karena masih pengalaman pertama, tidak menjadi juara masih lebih baik dari pada saya menyerah dan gagal duluan waktu itu. Jadi sekarang jika saya memang ditunjukkan jalan menjadi debater akan saya jalani dengan ikhlas dan percaya kalau ini jalan yang Allah swt berikan untuk saya.

Ok. Bosen ya ? jangan nyerah buat scrolling karena...

Saya punya adik kelas 6 SD sekarang. Dulu ketika saya ambil conversation class waktu kelas 6 SD dia juga ambil saat dia kelas dua SD. Awalnya adik saya tertarik dan suka belajar bahasa inggris sehingga ayah saya mengira kalau saya akan ada di menulis dan adik saya akan ada di english. Dan saat ini, saya kelas 2 SMA adik saya kelas 6 SD banyaaak sekali terjadi perubahan. 

Saya sekarang lebih menekuni bahasa inggris dan adik saya sekarang lebih suka menulis cerita, sejenak saya berfikir kenapa adik saya selalu menyukai apa yang saya sukai ? seperti ketika saya suka warna ungu dia juga suka warna ungu bahkan yang punya barang serba ungu adalah dia. Saya ngefans sama Adam sevani dia juga. Saya ngefans sama Ge Pamungkas dia juga. Apa saja yang sudah dia ambil dari saya ? 

Tapi sekarang saya berfikir , apa sebenarnya kami sedang dituntun pelan - pelan untuk ke takdir kami ? Apa kami terlalu cepat mengambil keputusan tentang siapa harus ini dan siapa harus itu ? Lantas bagaimana ?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan jalan yang kita pilih. Apapun yang menjadi pilihan kita itu adalah petunjuk dari Allah swt jadi untuk apa takut tentang kemungkinan terburuk. Mungkin ya, ada tetapi dengan bantuan-Nya pasti bisa teratasi. 

Ketika kita merasa bimbang memilih langkah, percayalah Allah akan memberikan yang terbaik.
Ketika kita merasa telah salah memilih langkah, percayalah Allah akan menuntun kita keluar perlahan dari masalah.
Ketika kita merasa berada di posisi yang berbeda dari apa yang kita pikirkan, percayalah itu mungkin yang terbaik untuk kita. 

Karena Allah swt akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Try to reach your happy ending story !!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...