Langsung ke konten utama

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back


   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.
      “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia
     Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.
      “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”
      Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?
      Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saudaranya.
      “ Ngapain ya ? ” Aku membuka ponsel ku dan mulai mengotak atiknya.
****
      “ Nika..” Ada yang memanggil namaku. Apa iya ? mungkin salah orang.
      “ Hey..kamu nggak dengar ya ? ” Orang tadi menepuk pundakku
      “ Hey..Nanda. Kamu sekolah di sini juga ? ” Tanyaku basa – basi. Sebenarnya aku sudah tau.
      “ Iya, kamu masih les di tempat lama ? ”
      “ Hmm” Aku menangguk
      “ Nanti kalau udah nyampek SMS ya ! ”
      “ Kamu juga les lagi ? ” Lagi – lagi pekataan tidak penting.
      Dia Nanda, cewe cantik berambut keriting dan dikelabang. Dia teman les ku saat kelas 6 SD. Dia selalu menjadi sainganku dalam bidang akademik.
      Sudah ku duga sebelumnya, Nanda sampai terlebih dahulu dari pada aku. Dia melambai penuh semangat ke arahku. Nasib..nasib..punya teman lincah seperti dia terkadang menjengkelkan kadang menghibur.
      “ Udah tau ruangnya ? ” Tanyaku mulai penting
      “ Belum sih ! Nih aku masih bawa tas.”
      Setelah diberi tahu CS, kami mausk ke kelas yang sudah ada beberapa siswa baru. Sangat menghambat waktu. Nanda duduk di sebelahku. Sebagai siswa lama, kami tidak akan seperti ayam yang mengerami telurnya di dalam kelas. Kami mencari – cari tutor yang kami kenal. Sekedar mengobrol seputar liburan.
      Sudah setengah jam pelajaran, ada siswa yang mengetuk pintu. Dia lelaki berkacamata, berkulit kuning, tubuhnya agak kurus dan sedikit tinggi.
      DEG
      “ Siapa dia ? kok aku nggak berani liat dia, kalau liat pasti deg - degan ” Pikrku
      “ Hey..Aska, kamu les di sini ? ” Tanya Bella, teman baruku dari SMP Islam
      “ Ngapain aku ke sini kalau tidak buat les.” Ketusnya
      “ Kirain mau ngopi.” Jawab Bella santai
      Sampai di rumah, aku terus kepikiran dengan lelaki yang bernama Aska tadi. Apa ia aku suka ? Nggak mungkin, aku masih kelas 7 SMP. Lagi pula, pasti dia sudah punya gebetan atau pacar.
*****
      Setengah tahun sudah aku les di tempat yang terkenal. Aku sudah sering bercakap – cakap dengan anak laki – laki, termasuk Aska. Perasaanku maih tetap ada. Namun, sesuatu membuatku terejut.
      “ Nik, aku mau ngomong nih ! ” Ajak Nanda
      “ Apa ? ” Aku yang sedang mencatat tulisan tutor menoleh ke arah Nanda.
      “ Curhat bentar boleh ? ” Tanya Nanda
      “ Apapun deh ! ”
      “ Gue suka sama Aska.” Bisiknya
      DEG
            Aku terkejut mendengarnya, segera aku buang perasaan itu, dan aku berusaha terlihat santai.
      “ Cie...sejak kapan ? ” Aku juga berbisik
      “ Sejak ngelihat dia.”
      “ Udah lama dong, kenapa nggak coba ngejar ? ”
      “ Lagi proses nih, aku udah punya fotonya yang aku ambil dari facebooknya.” Dia menunjukkan foto di ponselnya
      “ OH...kok proses lama banget ? ”
      “ Mana aku tau, kana aku cewe.”
      “ Udah, aku mau nulis dulu.”
      “ Kamu orang pertama yang aku kasih tau.” Bisiknya
****
      Beberapa minggu setelah itu, Bella mengajak aku duduk di belakang bersama Nanda. Waktu kami ber-tiga ngerumpi bareng, Bella sempat curhat dna membuatku terkejut untuk hal yang sama dan yang ke-dua kalinya
      “ Nik, Nda, menurut kalian, Aska orangnya gimana ? ” Tanya Bella sambil melihat Aska yang ngobrol bersama temannya
      “ Biasa aja ” Jawabku yang sebenarnya aku pengen menjawab ‘ mengagumkan ’
      “ Gitu deh ! ” Jawab Nanda
      “ Dia itu mengesankan. Gue mau deh jadi penggemarnya.”
      DEG
      Aku terjut dan hatiku terasa sakit. Mungkin ini juga dirasakan oleh Nanda. Bisa kulihat dari raut wajahnya kalau dia sednag kecewa. Ini alasankau merahasiakan perasaanku, karena aku tidak ingin menyakiti dan menghilangkan harapan orang lain yang bisa jadi dia adalah teman baikku.
      “ Sejak kapan ? ” Tanya Nanda
      “ Sejak aku ketemu dia di SMP.”
      Bella dan Aska satu sekolah SMP juga, tapi tidak sekelas. Menyedihkan, kami bertiga – sama – sama menyukai Aska pada waktu yang sama. Yang paling menyedihkan, mereka berdua sama – sama menyukai Aska dan curhatnya sama aku.
      “ Hey..aku udah punya nomor-nya Aska.” Kata Nanda
      “ Kamu nggak nyerah ? udah setahun tau ! ” Kataku
      “ Biarin..yang penting udah usaha.”
      “ Usaha sih usaha, tapi kalau tetep aja nggak ada hasilnya sama aja bohong dong ! ”
      Pertemuan ke dua dari yang terakhir, Nanda tidak masuk. Aku duduk di samping Bella dan Nita. Nita itu, anak kelas 7A di SMP ku. Dia berkerudung. Aku tidka berani mengkritik dia dengan kata – kata, karena kelakuannya yang tidak sama seperti cover yang berkerudung, aku tidak mau mengatakan itu karena aku tidak berkerudung.
      “ Eh, bilangin ke temanmu jangan deket – deket Gigih lagi. Dia incaranku tau ! ” Kata Nita padaku
      Aku tau siapa yang dimaksud, dia adalah Lia teman satu kelasku. Lia saudaranya Gigih, tidak heran kalau mereka terlihat dekat. Nita terlihat sangat sensitiv terhadap orang yang menggangu jalan dirinya dnegan incarannya, dan aku tau itu. Lia yang sudara saja dianggap begitu apalagi yang bukan. Perang dunia deh !
      “ Sebenarnya incaranmu itu siapa aja sih ? ” Tanya Bella
      “ Banyak. Dan nggak ada yang boleh ngeganggu.”
      “ Iya tau, siapa ? ” Tanya Ku
      “ Gigih, Niko, Aska.”
     Saat Nita bilang ‘ Aska ’ sontak Bella terkejut, aku pun juga. Tapi pura – pura biasa saja.
      “ Tapi kalau Aska sih,  nggak seberapa.”
      HUFT
      Bella mengehela napas, karen masih ada kesempatan mendekati Aska. Bella lebih maju dari pada Nanda. Bella pernah bermain ke rumah Aska dengan teman – temannya, juga pernah hang – out bareng.
      Akhir – akhir ini, Nanda yang di olok – olok suka dengan Aska, sekarang semua suda tau kalau Nanda suka sama Aska. Dari siapa ? jawabannya bukan dari siapa – siapa. Dia sering kepergok memandangi Aska dengan waktu yang lama. Juga, ketahuan menyimpan foto dan nomor Aska.
     “ Aska, nanti malam ada pertandingan Celsea lawan MU. Kamu dukung siapa ? aku MU ! ” Kata Ikhwan. Dia teman SMP dan siswa lama di tempat les.
      “ Celsea lah.”
      “ Taruhan yuk ! ”
      “ Ogah ah.”
      “ Kalau kamu kalah, kamu bayar 10 ribu, kalau aku kalah, aku bayar kamu 20 ribu. Gimana ? ”
      “ Ogah. Dosa tau ! ”
      Aku berpikir senakal – nakalnya Aska, dia tetap anak yang alim. Di bujuk berapa kali pun, dia tetap tidak mau melakukan perbuatan tercela tersebut.
****
      Kelas VIII SMP, aku tetap les di tempat lama dengan teman lama. Tapi, Aska tidak. Aku sudah melupakan dia, begitupun dengan Nanda, Dia merasa tidak ada kemajuan dalam dirinya untuk mendekati Aska. Tapi tidak dengan Bella, dia seperti semakin dekat dengan Aska.
      “ Sekarang Aska keren lo ! ” Kata Bella padaku tanpa kehadiran Nanda
      “ Oh ya ? mana fotonya ? punya ? ”
      “ Besok deh aku bawa.”
****
      Setahun kurang tiga bulan, aku sudah kelas IX. Harus lebih fokus pada pelajaran. Hari ini, Bella belum datang. Aku duduk di pinggir urutan nomor dua dari depan, sedangkan Nanda di pinggir paling kanan, tempat jalan.
      “ Asslamualaikum ” Seorang lelaki yang pernah aku kenal masuk tetap dengan tas selempangnya.
      “ Waalaikumsalam.”
      “ Hah ? ”
      “ Kamu les lagi ? ”
      “ Les juga akhirnya.”
      Suara itu terdengar bersahutan di telingaku. Aku hanya menganga setengah tidak percaya. Aska yang sudah tidak pernah muncul lagi di kehidupanku kembali lagi menampakkan dirinya. Dan aku akan terus bertemu dengannya selama satu tahun ke depan. Dan perasaan itu kembali lagi.Rencananya aku akan berbeda jadwal dengannya, tapi apa iya ? Aduh ! Bagaimana ini ? Ya Allah SWT, bantu aku melupakan dia. Aku bingung bagaimana mengatakannya, aku hanya ingin menghilangkan perasaanku padanya. Aku tidak ingin dia menghilang dalam hidupku. Aku ingin biasa saja dengannya.




Putri Nur Azizah
22 April 2014




        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa SMA Banyak Tugas ?

Hai para pengunjung...  krik krik  Hari ini saya akan membahas mengenai apa yang saya alami d SMA dan mungkn teman - teman di luar sana juga mengalami. Atau mungkin bertanya - tanya seperti saya. Saya sekarang masih kelas 10 di SMA N 1 Trenggalek. Perjuangan masuk di SMA N 1 Trenggalek lumayan berat tapi beruntung bisa masuk lewat jalur Olimpiade. Entah keajaiban apa saya bisa masuk 15 besar dari ratusan pendaftar. Mungkin karena membaca Yasin setiap hari dan tentunya belajar dong ya... Katanya sih, SMA itu asik, berkesan, dan tentunya sangat berbeda dengan SMP. Memang saya mulai merasakan dari teman. Teman - teman di SMA itu asik asik arena udah gede kali ya, pikiran juga udah nyambung dan lebih mandiri. Kalau ada kegiatan apa gitu pasti ada yang mengkoordinir, nggak kayak SMP yang kalang kabut. Dan di SMA juga saya merasakan jadi pemenang, Karena di SMP sebelumnya kelas saya tidak pernah mendapat juara di classmeeting atau yang lainnya. Dan senangnya saya ikut ber...

LDBI 2016

Aduh kangen banget sama nih blog. Harus terpaksa vakum nulis, ikut event cerpen sampai rela membiarkan blog ini terbengkalai. Kalian tau kenapa ? Karena suatu hal yang fantastis dan tidak terlupakan, Pengalaman dimana hampir semua keinginan saya tercapai tapi... eh kesandung. BTW apa itu ? Yupp sesuai judulnya saya ikut LDBI ( Lomba Debat Bahasa Indonesia ) 2016 di Palu sebagai wakil dari tim Jawa Timur. Dan pada postingan kali ini saya akan menceritakan apa saja yang terjadi di sana, mulai dari keseruan bareng anak - anaknya, nangis di prelim ke 3 waktu lawan Aceh, Ketemu kak LO SMANSA Palu yang cantik dan LO cowo yang ramah, sampai telat nyadar kalau ada youtuber di sana. Pokoknya postingan ini akan jadi puuanjaaanng.  Mulai dari mana ya ?? Oke ! Mulai ! Jadi, seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya kalau saya adalah anak speech dan baru saja pindah haluan ke debate. Jadi hari senin, 1 agustus 2016 saya mulai menjalani training debate bareng junior kelas ...

Comment ke Youtuber

Hi pengunjung… Krik… Krikkk… Di era sekarang ini banyak banget social media di dunia maya. Makanya sekarang entah di instagram, youtube, snapchat, line, askfm, twitter, toilet… (eh enggak deng) banyak banget tuh berseliweran para creator video. Biasanya yang banyak itu di youtube dan instagram.  Dan gue ini salah satu penggemar atau penikmat youtube dan video video lucu apalah apalah itu namanya.  Siapa aja sih mereka ? Buanyyyakkk.  Ada Candra Liow, Aulion (waaaa ), vendryana (ramah banget), Bena kribo, Skayuv (orang jelek yang sebenarnya lumayan ganteng), Rintonano, Kevin anggara, Giovander Louis ( waaaa ), Christian bong (suaranya bagus), dan maaasih banyak lagi. Oh iya ada yang kelewatan dia adalah youtuber pertama yang gue tonton videonya yaitu Bayu Skak. Sebagai fans kalian pasti pernah comment instagram atau social media mereka. Kalian tentunya mengharapkan respon bukan ? tapi apa yang terjadi ? kemungkinan mereka merespon comment kita hanya 10 persen...