Langsung ke konten utama

BUKA BERSAMA ALUMNI SD N 3 KARANGAN


        Sungguh tak disangka – sangka, semua berjalan mulus lus lus lus lus. Dan rasanya itu seneng banget. Karena apa ? karena... banyaaaakkk banget alasannya.Tidak seperti bukber tahun lalu. Kali ini sangat mengesankan. Dan banyak yang istimewa ! :-)
          Yang pertama, my old best friend datang dari Jawa Tengah. Dan mau pergi ke Balikpapan keesokan harinya. Ini adalah momen paling aku tunggu selama 3 tahun terakhir. Dia adalah sahabat ku, dan kami berpisah lalu sekarang bertemu lagi. Ini patut untuk dirayakan. Apa lagi setelah ini entah kita akan ketemu lagi atau tidak.
          Namanya Wilda Amaliana. 3 tahun tinggal di jawa tengah tentu saja logetnya sudah berbeda. Tapi tingkahnya sama saja, judes, lucu, cerewet, tapi asik.
          Begini kronologi aku bertemu dengan wilda. Hari selasa, 23 Juni 2015 jam 12 WIB. Rumah aku tutup karena takut ada kucing masuk rumah, semua tidur siang kecuali aku dan adikku Nabila. Kami asik lihat The Comment di Net TV. Jam 3-nya Bapak ngintip di jendela dan bilang kalau Bapak melihat Wilda. Aku mengintip dari jendela ruang tamu, aku pikir bukan. Karena di sana sedang banyak anak. Tapi lama kelamaan ternyata memang Wilda. Aku keluar dan dia melambai ke arahku.
          Oh My God.. it is so surprise me ! I miss you my fellas ! Aku lari dan lagsung tos dengan dia. WOW aku tidak menyangka. Kami ngobrol, foto, dan bercanda. Sungguh aku sangat rindu ini. Lalu sekitar pukul 4 kami pergi dari teras tetanggaku itu menuju jalan depan rumahku. Ibuku dan ibunya Wilda mengusulkan agar diadakan buka bersama di rumahku. Sekalian kumpul bersama teman SD.
          Dengan rencana mendadak itu kami segera naik sepeda ke rumah teman – teman. Ada 10 orang yang kami kunjungi. Tentu saja mereka sangat kaget karena aku datang bersama Wilda. Banyak yang diam dulu, menyadari baru teriak “ Wilda ”
          Jam 5 sore kami pulang dan bersiap diri. Bayangkan itu acara mendadak dan jam 5 sore semua masih dalam perjalanan. Gorengan, minuman, sate. Semua masih proses dibelikan. Tapi ini demi teman yang akan pergi jauh. It’s Ok.
          Panik menggelayuti, sekitar 7 anak sudah datang tapi belum siap apa – apa dan waktu itu sudah adzan magrib. Semua serba terburu – buru. Tapi almandulillah semua lancar.
          Kami selfie bareng, ngobrol ramah, bercanda riang, dan semuanya deh. Seakan kejadian tahun lalu tidak teringat. Tahun lalu kami hanya duduk melingkari makanan dan diam seribu bahasa.Sekarang kita memang duduk melingkari makanan tapi dengan mulut yang terus berbicara.
          It was amazing ! Really ! Swear  !
          Aku sebenarnya kecewa dengan Adinda. Dia adalah sahabatku juga barenag Wilda. Tapi dia agaknya pendiam. Dia hanya diam. Kami pun bingung mau ngobrol apa dengannya. Hingga aku pun yang disampingnya tidak sering ngobrol dengannya.
          Kami sholat di rumahku, tapi tidak tarawih. Kami ngobrol hingga pukul 8 lebih. Kami bernostalgia masa SD yang suram dan menggelikan. Hahaha.. tentu saja menggelikan, bahkan memalukan. Kami mengingat kejadian – kejadian sewaktu SD mulai dari yang manis hingga yang pahit. Bercerita tentang banyak hal, mulai dari yang penting hingga yang tidak penting.
          Pokoknya seruuuu bangeett ! Aku jadi ikutan selfie pakek B612. Yang biasanya aku selalu mengomentari anak yang foto pakai B612. Haduh... sekarang malah aku yang pakai. Macam mana aku ni ! Tapi tak apa lah, sekali – sekali bareng teman lama.
          Jadi kesimpulannya adalah awsome dan amazing. Tak akan terlupakan. Semoga kita akan selalu ingat tentang persahabatan yang pernah kita jalani ini.






By : Putri Nur Azizah

Rabu, 24 Juni 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...