Langsung ke konten utama

LOVE PART II : New Love


      Kupikir semua sudah berakhir, musnah, hilang. Memang semua telah berakhir, musnah dan hilang, Namun, perasaan ini muncul lagi. Bukan pada orang yang sama. Aska, aku sudah bisa menghapusmu dalam bayangku. Aku sudah tidak memikirkan kamu lagi. Walau terkadang terbesit beberapa sisa sisa perasaanku padamu dulu.
      Seharusnya dulu aku berdoa agar aku akan jatuh cinta lagi setelah lebih dari 17 tahun nanti. Tapi sekarang ? Aku mempunyai perasaan pada lelaki lain. Entah mengapa aku merasa aneh pada diriku sendiri.
      Namanya ficky. Aku tidak tau dan tidak mengenal dia sebelumnya. Sebenarnya sampai sekarangpun aku masih belum mengenalnya. Aku saja tidak kenal apalagi dia. Aku tidak sadar kalau selama ini dia dekat denganku. Maksudnya tidak sengaja dekat.
      Aku mengetauinya saat kelas 8 akhir. Ficky masuk kelasku untuk menemui temanku. Aku baru tau dia waktu itu. Dia tergabung dalam OSIS. Aku dulu sempat ikut OSPEK dan tentunya bertemu dengannya pula. Dan aku tidak menyadarinya. Ke dua, dia ternyata tetangga kelasku, kelas 8C. Aku juga tidak tau kalau yang ditempel di Mading, ada foto karnaval SMP ku dan ada 2 anak OSIS yang salah satunya adalah Ficky.
      “ Nih flashdisk ku. Isi foto waktu kita study tour ya ! ” Ucapku pada temanku Lia
      “ Sip ! ”
      Tadinya aku hanya berniat membuang sampah di luar, tanpa sengaja aku menoleh ke kelas 8C dan kulihat Ficky duduk dengan teman – temannya di bawah pohon depan kelasnya.
       Ini pasti hanya kebetulan
       “ Nih, udah semua.” Lia memberikan flashdisk ku
      Aku penasaran dengan foto – foto sewaktu kami study tour di pulau Bali. Aku terkejut dengan foto terakhir. Saat kami sedang di depan bus menunggu teman yang lain, temanku memotret momen ini. Jantungku berdegup kencang.
       Bagiamana aku bisa tidak tau kalau dia ada di dekatku ?
       Yap, Ficky tidak sengaja ter-jepret juga, Walaupun dengan tampang lelahnya. Sayangnya aku tidak kena foto itu. Aku memutuskan untuk tidak ikut dalan selfie tersebut.
      Hari ini ada jadwal les. Aku berangkat bersama Nia dan Dwi. Tentunya aku tidak lagi satu kelas dengan Nanda, Nita atupun Bella. Tapi aku tau mereka juga les. Oh, aku tidak menyangka kalau Aska juga satu kelas denganku. Tapi aku juga tak menyangka jika sudah tidak ada degupan jantung yang berdebar saat menatapnya.
      Akhirnya aku bisa move on dari kamu
      Tapi sewaktu bel berbunyi, ada anak yang masuk. Kulihat siapa yang datang dan...DEG
      Ficky ? ini kebetulan atau apa ?
      “ Kamu itu ya, udah berapa tahun aku liat kamu. Sampai bosan ! ” Canda tentorku yang ditujukan padaku
      “ Kamu juga Ikhwan ! ”
      “ Kan setia sama bimbel ini, Kak ! ” Ikhwan tidak mau kalah
      Kenapa dia bisa ada di sini ? ini kebetulan atau apa ? seharian aku 3 kali dibuat dag dig dug olehnya. Kenapa aku bisa suka sama dia ?
      Jam pertama usai. Seperti biasanya, Aku dan teman – teman melaksanakan kewajiban Sholat Ashar. Di lorong menuju tempat wudhu aku berhenti dan menoleh belakang mencari Dwi sampai aku melihatnya, Tiba – tiba Ficky muncul dan untuk 1 detik dan ini pertama kali kami bertatapan satu sama lain.
      Ini hanya satu detik Nika.
      “ Wah aku ditinggal nih ! ” Ku lihat Dwi dan Nia sudah selesai wudlu.
      “ Maap deh ! lagian mau pakai sandal apa kamu ? ” Ujar Nia
      “ Iya juga sih ! ” Aku langsung mengembil sandal yang tadi dipakai Nia dan segera ke tempat wudhu. Aku tidak sadar kalau tempat wudhu pria di depanku ada Aska. Tak sengaja kami mendongak bersama. Aku terkejut dan untung dia tengah memakai kacamata sambil memejamkan matanya. Kalau tidak pasti aku sudah dibuat kikuk olehnya.
****
      Malam ini aku cari facebook milik Ficky. Nia saja kenal masak aku nggak kenal sama dia. Maka dari itu aku meminta pertemanan padanya. Aku berharap dia segera mengonfirmasi-ku. Yah, berharap saja. Karena hanya itu yang bisa kulakukan.
      Aku pikir kamu nggak ikut study tour waktu itu.
      Ku lihat foto foto miliknya. Dan kufokuskan pada Ficky saja. Aku sudah tau ini adalah cinta walaupun aku berharap ini hanyalah suka biasa. Tapi kalau ku pikir – pikir kembali ini memang perasaan cinta. Aku baru menyadari kehadirannya setelah sekian lama dia menuncul di kehidupanku. Aku juga bertingkah masa bodo bahkan tidak sadar dia ada saat aku juga ada. Aku-pun tak berniat sama sekali meliriknya. Dan itu dulu.
      Sekarang aku sering modus untuk dekat dengannya. Contohnya, ketika hendak keluar dari ruangan les, aku melihat Ficky masih merapikan bukunya dan dia sudah ditinggal teman – temannya. Aku langsung maju mengantri di belakang temanku. Kenapa ? Karena aku tau kalau Ficky akan berbaris di belakangku.
      Ke-dua, ketika pulang sekolah, biasanya aku dan temanku mampir ke kantin dulu sebelum pulang. Otomatis kami melewati kelas Ficky tentunya. Modus lagi dong ! melirik – lirik ke arahnya. Berpura pura menoleh ke teman atau memutar badan.
      Yang ke – tiga, aku berkali – kali keluar kelas untuk mngecek adakah Ficky di luar ?. Yang ke-empat ketika dilakukan jum-at bersih. Ficky dan Tora berjalan melewati aku dan teman – teman di taman belakang. Tak ku sangka dia kan lewat dua kali. Tentu saja aku melihat Ficky saja bukan Toro. Namun aku selalu menjaga tingkah agar tidak ketahuan teman – teman.
****
      Hati ini terasa berkecambuk, bingung, resah, putus asa. Sudah kulakukan hal yang bisa ku jadikan permulaan tuk dekat dengannya. Tapi Allah memang tak mengijinkanku. Semua kembali dari ‘ nol ’ . Akun ku hilang dan membuatku harus membuat yang baru. Tentunya sulit sekali bisa deat dengnnya lagi.
      Sore ini ada jadwal les. Seperti biasa aku berangkat bersama Nia dan Dwi. Tapi entah mengapa perasaan ku tidak enak dan tidak bersemangat untuk les. Lalu apa yang terjadi ? memang benar ada sesuatu. Sesuatu yang tidak aku suka dan aku sangat tidak ingin hal ini terjadi.
      Ficky tidak masuk les dan ada kabar bahwa dia akan pindah jadwal. Ia memilih jadwal yang sama dengan Aska dan Ikhwan. Yah..mereka memang 3 sekawan walaupun berbeda sekolah. Oke, aku pernah berdoa agar aku jatuh cinta pada saat sudah waktunya dan kini Allah swt mengabulkannya. Ini belum waktunya jatuh cinta.
      Dugaan ku salah. Ini memang hanya rasa suka biasa, bukan rasa cinta. Namun aku masih ingin melihat wajahnya, modus untuk melihatnya.  Dan yang dulu aku sudah membentangkan tikar tuk berjalan ke arahnya kini tergulung lagi. Dan entah akan ku tujukan pada siapa. Mungkin suatu sata nanti tikar itu akan kuinjak kembali ketika aku menemukan seseorang yang memang cocok denganku dan Allah meridhoinya.




PUTRI NUR AZIZAH
SELESAI PADA 11 SEPTEMBER 2014

      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...