Langsung ke konten utama

Hello Again




Aku adalah bunga dandelion kecil di antara ilalang. Setiap hari aku hanya berdiam diri memandang kawananku terbang di langit dan merasakan sejuknya pegunungan. Mereka bilang, aku ini masih terlalu kecil untuk ikut menari bersama angin. Tak apa, aku juga masih takut jika suatu hari nanti aku terbang terlalu jauh dan tak tau cara kembali. 
Suatu malam aku berharap "Aku berharap, aku bisa terbang seperti yang lainnya."
WUSHHH... 

Seketika angin kencang menghantam tubuhku, aku berteriak sangat kencang namun tak ada yang mendengarkan. Aku ketakutan. Lama setelah itu, aku merasa sakit di sekujur tubuh. Dimana aku ? Lalu aku mulai sadar, tempat ini... adalah tempat yang aku lihat dari atas pegunungan selama ini. Pantai.

Ternyata aku terbang sangat jauh. 
Bisakah aku bertahan hingga angin menerbangkanku untuk kembali pulang ? 

- Smiling Dandelion -

Halo, sudah lama rasanya aku tidak berada di sini. Ternyata menjalani hidup sebagai mahasiswa membuatku lupa dengan apa yang pernah membuatku bahagia. Aku seakan lupa bagaimana caranya menulis. Kesibukan yang kujalani membuatku lupa tentang bagaimana bahagianya aku dulu ketika berhasil menyelesaikan sebuah cerita. Aku memang sibuk, namun terkadang juga bosan. Itulah kenapa aku memutuskan untuk kembali menulis di blog ini. Tentunya dengan konsep dan cerita baru yang ingin aku bagi kepada pembaca semua. 

Mulai sekarang panggil aku "Dandelion"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...