Langsung ke konten utama

Kenapa SMA Banyak Tugas ?

Hai para pengunjung... 
krik krik 

Hari ini saya akan membahas mengenai apa yang saya alami d SMA dan mungkn teman - teman di luar sana juga mengalami. Atau mungkin bertanya - tanya seperti saya. Saya sekarang masih kelas 10 di SMA N 1 Trenggalek. Perjuangan masuk di SMA N 1 Trenggalek lumayan berat tapi beruntung bisa masuk lewat jalur Olimpiade. Entah keajaiban apa saya bisa masuk 15 besar dari ratusan pendaftar. Mungkin karena membaca Yasin setiap hari dan tentunya belajar dong ya...

Katanya sih, SMA itu asik, berkesan, dan tentunya sangat berbeda dengan SMP. Memang saya mulai merasakan dari teman. Teman - teman di SMA itu asik asik arena udah gede kali ya, pikiran juga udah nyambung dan lebih mandiri. Kalau ada kegiatan apa gitu pasti ada yang mengkoordinir, nggak kayak SMP yang kalang kabut. Dan di SMA juga saya merasakan jadi pemenang, Karena di SMP sebelumnya kelas saya tidak pernah mendapat juara di classmeeting atau yang lainnya. Dan senangnya saya ikut berpartisipasi di acara tersebut. 

Untuk kata - kata " SMA itu berkesan " memang benar. Terutana TUGASNYAAAA. Numpuk brooo

Baru masuk pertama semester dua pelajaran udah 5, pulang jam 2, PR juga lima. Kan shock, habis liburan santai santai langsung dapat tugas segudang. Pernah waktu itu saya nangis gara - gara sudah malam dan PR belum selesai juga padahal besok dikumpulkan. Dan di SMA ini jadi makin sibuk karena ekskul, les, dan tugas kelompok lainnya. Padahal di rumah sudah ada PR yang menunggu dikerjakan. Apa apaan ini !!! Kapan kami belajar ??
Terkadang saya berfikir, jika murid diberi tugas sebegitu banyaknya dan setiap hari. Kapan siswa akan belajar ? Apa kami boleh belajar hanya jika akan ulangan harian saja ? Kami tidak sempat belajar hampir setiap harinya. Ada waktu luang kami gunakan untuk istirahat. Tidur larut malam untuk mengerjakan tugas, pulang sore mengerjakan tugas. Berangkat setengah 7 pagi dan pulang setengah 7 malam untuk les. Kami lelah...

Pernah saya curhat ke sepupu saya yang kuliah psikologi dia selalu bilang kalau SMA nggak ada tugas itu baru gawat sambil dikasih emoticon ketawa. 
Tapi emang bener entah ini saya yang belum jago mengatur waktu atau memang yang lain seperti ini, saya hampir setiap hari tidak sempat belajar pelajaran lain. Kecuali kalau memang tugasnya ringan. 

SMA tanpa tugas memang bukan SMA namnya, tugas itu juga penting sesuai porsinya, coba bayangkan kalau di SMA ini tidak dilatih banyak tugas, membuat makalah dan sebagainya, bagaimana kalau kita sudah kuliah nanti ? kelabakan dong.Apalagi kalau sudah di dunia kerja. Kita dituntut untuk selesai tepat waktu, nah itu kita dilatih dari sekarang. Ternyata tugas banyak itu tidak terlalu buruk ( walapun saya masih berat mengucapkannya) Jadi, untuk seluruh pelajar SMA di mana saja, jangan pikirin tugas banyak. Kerjakan saja dengan santai dan sabar. Maka tidak akan terasa tiba - tiba tugasmu sudah selesai dengan sendirinya.Kita harus menyemangati diri sendiri agar tugas cepat selesai. Oke !! Semangat !


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOVE PART I : Just Come Back, Dont Flash Back

   Cuaca hari ini cukup cerah, acara penutupan MOS kali ini juga lancar. MOS di SMPku berbeda dengan acara MOS di SMP lain, karena tidak ada acara berdandan seperti SMP lainnya. Aku beruntung bisa diterima di SMP ini yang tergolong Favorite. Setelah SMPku, SMP Islam yang menjadi pilihanku yang ke-dua.       “ Lia...” Panggil seseorang menepuk pundak yang ia anggap Lia      Yang ditepuk pundaknya menoleh ke arah suara. Dan yang mamanggil langsung cengengesan. Bagaimana tidak, dia salah memanggil nama.       “ Eh, sorry. Lo Nika ya, maklum lah, wajah kalian agak mirip.”       Aku hanya tersenyum mendengarnya. Apa persamaan aku dengan anak yang bernama Lia itu ?       Suasana kelas baruku masih hening. Hanya beberapa yang bercakap pelan lantaran sudah mengenal sebelumnya. Aku ? ada sih teman les, tapi dia sudah sama temannya yang sekaligus saud...

Sweet Liar

           Dentuman bola basket yang menghantam lantai lapangan Indoor seakan terdengar tanpa jeda. Meskipun pertandingan basket sudah berakhir sejak dua jam yang lalu, namun tetap saja, namja satu ini masih betah memainkan bola basket seperti yang bisa dilihat saat ini.             Namja tanpan berhati malaikat berlarian mengintari lapangan basket sendirian dengan penuh keringat. Hanya ditemani oleh bolanya. Pikirannya kalut, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini. Di dalam otaknya hanya ada satu kalimat yang ia ulang terus menerus.             “Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya, Min Yoongi !” *** ~Flashback~             Dua namja tengah berhadapan dengan tatapan sengit di lapangan basket. Tangan mereka mengepal dan bersiap untuk saling memukul. Tapi mereka tetap tidak bergem...

I HATE ME

Sepenggal kata pun tak mampu memperkuat raga ini Menggambarkan jiwa rapuh melalui lisan nun jauh dari kata ‘ terdengar ’ Itu saja Tatapan sayu kupancarkan sebagai tanda padamu bahwa aku gemetar dengan keadaan ini Juga kenyataan yang membuatku bisu dan tuli sesaat             Kukumpulkan keberanian untuk memencet tombol – tombol handphone balang kirik milikku. Sulit sekali mewujudkan kata apa saja yang akan ku tulis. Terlintas di pikiranku, banyak sekali bahkan ribuan kata – kata yang hendak kutulis. Namun sekarang jangan terkejut jika aku hanya menulis tiga huruf ditambah dengan satu simbol pentung.             HAI !             Lama tak ada jawaban. Hal ini semakin membuatku yakin ini hanyalah lelucon temanku dengan memberi nomormu.             Siapa ? ...